Pagi ini
tidak ada yang sepesial, hanya ada kicauan burung dan kokokan ayam yang
terdengar diperkampunganku. Dengan hanya di temani dinginnya udara pagi yang menyapaku seketika sang surya mulai
nampak di kejauhan sana, aku mencoba mengungkapkan apa yang sedang kurasakan
sa’at ini. Mengeluarkan apa yang ada di dalam hati memang membuatku semakin
plong,,, rasanya kosong fikiran ini setelah kata demi kata, ku tulis dengan
mengalirkan saja apa yang inginku ungkapkan. Aku memang suka curhat namun, aku
lebih nyaman ketika itu aku mengeluarkannya dengan lantunan kata demi kata yang
ku tulis. Dari pada aku curhat sama seseorang,,, mereka hanya pada intinya
selalu mengatakan kata “sabar” jika kita sa’at itu bercerita tentang kesedihan,
dan mereka pada dasarnya hanya mengungkapkan kata “selamat” ketika sa’at itu
kita menceritakan perasaan bahagia/ kesenangan kita.. yahh begitulah
menurutku... namun memang tidak bisa di pungkiri ketika kita punya sebuah
masalah itu harus di ceritakan pada seseorang yang menurut kita seseorang itu
layak untuk menjadi pendengar rintihan hati kita....
Namun sa’at
kita bercerita kepada seseorang, walaupun itu orang terdekat kita, kadang ada
sesuatu yang tak mungkin kita ceritakan kepadanya.. Kadang ada sesuatu AiB
dalam diri kita yang kita tidak mau seseorang itu mengetahuinya,, jadi pada
intinya cerita yang kita ceritakan itu.
Tidak sampai semuanya..
Karna terkadang
kita tidak mungkin menceritakan sebuah Aib (kejelekan) kita kepada orang lain,,
Dan terkadang apa yang kita ungkapkan kepada seseorang itu dalam hal
meninggikan diri kita sendiri dalam sebuah masalah, kalaupun kita bercerita
tentang kesalahan kita, itupun tidak sampai semua kesalahan kita yang kita
ceritakan. Pasti kita membuat sebuah cerita sisi positif yang akan membuat
membela diri kita sendiri. nahh itu menjadikan perasaan kita tidak 100% plong..
Di bandingkan kita bercerita kepada diri kita sendiri melalui tulisan,, yahh
melalui tulisan... Jangan Cuma ngomong-ngomong sendiri nanti di kira orang lagi
setress.. hehe.. tulis apa yang ada dalam hati kita,, lukiskan malasah pada
sebuah tulisan yang menghasilkan sebuah cerita.. perankan diri anda dalam
cerita itu sejujur-jujurnya,, karna anda bebas mengungkapkan semuanya.. tidak
ada Aib yang perlu ditutup-tutupi dalam sebuah tulisan tohh tidak ada yang tau
juga... kalaupun setelah anda mengungkapkan semuanya tadi tulisan anda itu
lansung anda hapus.. atau anda bakar saja langsung . tidak masalah ,jika di
situ ada sebuah Aib yang anda tidak ingin orang lain tau.. atau kalau tidak ada
Aib apa-apa anda bisa saja menyimpan ungkapan itu di dalam sebuah buku dan
mengabadikan nya.... *ingat* ungkapkan semuanya. Sejujur-jujurnya... kalaupun
tidak menjadi sebuah cerita,, buatlah menjadi ungkapan .. tulis saja apa yang
anda ingin ungkapkan.. bayangkan saja seperti anda curhat biasanya, namun kali
ini anda bebas.. yahh bebas mengungkapkan semuanya..
Lihatlah perasaan anda setelah itu
insyallah akan jauh lebih plongg,, jauh lebih baik.. dan jangan takut mungkin karna
kita menulis ungkapan itu tidak ada yang tau dan akan ada yang memberi saran
apa-apa dalam curhat anda.. Namun ingatt
lah Allah telah menciptakan segumpal daging yang luar biasa di dalam dada kita.
sesungguhnya jauh di dalam alam tidak sadar sebuah bisikan hati akan menjawab
apa yang harus anda laukukan... Bisikan saran dari hati anda adalah saran yang
paling dahsyat yang benar-benar akan membawa anda ke jalan yang benar.. dan
anda takkan tersesat dalam jalan itu,,..
*Anda yang
mengalami, anda yang merasakan*
Orang lain hanyalah
mengungkapkan apa yang ada dalam pengalamanya.
Terkadang sebuah
pengalaman orang lain bisa saja berbeda dengan pengalaman yang akan kita lalui
Namun bagaimanapun
kita tetap perlu mengetahui pengalaman-pengalaman orang lain agar kita bisa
belajar
Mempelajari
pengalaman orang lain
Dengan belajar
tentunya ilmu kita akan semakin luas
Namun ingat kita
juga memiliki potensi
Ketika pengalaman
orang lain yang selalu gagal
Jangan jadikan
pengalaman orang lain itu sebagai cambuk ketakutan dalam diri kita
Namun pelajari
semua kegagalannya dan jadikan motivasi
Untuk diri kita
*Aku harus lebih
dari dia*
Dia tidak bisa
*aku pasti bisa*
Ingat semua orang
memiliki potensi yang luar biasa
*Maka nikmat
tuhanmu yang manakah yang engkau dustakan*
(QS 55 : 55 )





0 komentar:
Posting Komentar
Trimakasih atas komentarnya akhi ukhty salam persaudaraan